google-site-verification=82PdpwdCu4bGf44-_1RqOUmGCL486EA2zsKIthhSql8

Sabtu, 01 Februari 2014

5 Orang Ini Dipecat Karena Tweet "Bodoh" (1)

Tweet-tweet yang spontan seringkali berujung malapetaka.


Justine Sacco, direktur humas InterActive Corp

'Think before you post.'Istilah ini semakin populer sejak jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter mendunia. Tampaknya istilah itu bukan omong kosong belaka. Beberapa orang benar-benar menjadi korban nyata akibat menyepelekannya.
Ya, media sosial telah menjadi lahan baru untuk mengeluarkanuneg-uneg.Anda bisa mem-postapapun yang terbesit di benak Anda di laman Facebook dan Twitter. Lantas,postAnda ditanggapi dan dikomentari oleh orang-orang sekitar Anda. Sungguh praktis dan menyenangkan.
Jika Anda berkicau di Twitter, berbagi pesan yang menyenangkan di Facebook, mungkin itu memang sudah menjadi semangat jejaring sosial sejak awal. Namun, masalah benar-benar muncul jika Anda memanfaatkan ruang itu untuk mencemooh, menghina, dan menertawai suatu hal yang tabu. Ujung-ujungnya bukan lucu tapi malah berbuah petaka.
Seperti yang dialami lima orang berikut ini. Kicauan mereka di Twitter justru membuat mereka kehilangan pekerjaan karena dianggap mencoreng nama perusahaan. Berikut beberapa tweet yang dikumpulkanGizmopod,1 Februari 2014:
1. Justine Sacco, direktur humas InterActive Corp



Justine Sacco sempat menjabat direktur komunikasi di InterActive Corp, perusahaan di balik nama besar Ask.com, Daily Beast, Dictionary.com, dan Match.com. Pekerjaan itu hilang seketika setelah dia men-tweet:
"Bertolak ke Afrika. Saya harap tidak terkena AIDS. Bercanda. Saya orang kulit putih."
Justine sempat meminta maaf dengan mengatakan, "kata-kata (permintaan maaf) tidak akan bisa mengungkapkan betapa menyesalnya aku. Betapa pentingnya bagi saya untuk meminta maaf pada rakyat Afrika Selatan yang telah tersinggung karena tweet saya yang ceroboh."
Sayang, permintaan maaf saja tidak cukup sehingga perusahaan memecatnya tak lama setelah ia pulang dari Afrika Selatan.

2. Gilbert Gottfired, pengisi suara Aflac Duck


Gilbert kesohor sebagai pengisi suara boneka komedi Aflac Duck. Hubungannya dengan bebek lucu itu bak Susan dan Ria Enes di zaman '90-an dulu. Namun, kelucuan bebek itu tiba-tiba lenyap sekejap ketika Gilbert berkomentar tentang bencana gempa bumi dan tsunami yang tragis di Jepang.
"Jepang benar-benar negara yang sangat maju. Mereka tidak perlu pergi ke pantai. Tapi, pantai yang datang ke mereka."
Kali ini, lelucon Gilbert meleset. Bukannya mengundang tawa malah sebaliknya. Murka. Gilbert meminta maaf, sesaat setelah dia diputus kontraknya sebagai pengisi suara Aflac Duck.

3. Carly McKinney, guru SMA


Seorang guru sekolah menengah seharusnya menjadi panutan yang tepat bagi siswa-siswinya dalam berperilaku. Tapi, itu tidak berlaku bagi Carly McKinney, seorang guru matematika di Colorado, AS.
Akun Twitter-nya penuh gambar-gambar tubuhnya yang vulgar dan pro obat-obatan terlarang. Setelah aksinya dipantau selama berbulan-bulan, akhirnya pihak sekolah memberhentikan McKinney karena dianggap tidak mendidik.
Bersambung ...
Sumber
Vivanews
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: