google-site-verification=82PdpwdCu4bGf44-_1RqOUmGCL486EA2zsKIthhSql8

Sabtu, 07 Desember 2013

Terungkap, Penyebab Tsunami Jepang 2011

Ada lempeng tertipis di dunia di sana.

Ilustrasi tsunami di Jepang tahun 2011
―――――――
Tim peneliti dari McGill University, Kanada, berhasil mengungkap penyebab dari tsunami mematikan yang terjadi di Jepang pada tahun 2011 lalu.
National Monitor, 6 Desember 2013, melansir tsunami besar yang menyerang wilayah Tohoku pada Maret 2011 lalu disebabkan oleh gempa besar yang kedatangan tidak mampu diprediksi oleh para ahli.
Penelitian ini telah memberikan informasi baru mengenai apa yang menyebabkan munculnya kekuatan besar dari dasar laut ke lepas pantai timur laut Jepang. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa zona barat di laut Pasifik memiliki potensi gempa bumi besar.
Temuan terbaru ini dilakukan oleh 27 ilmuwan dari 10 negara yang melakukan ekspedisi selama 50 hari pada tahun 2012. Para peneliti melakukan pengeboran di tiga titik wilayah Jepang untuk memeriksa zona munculnya gempa bumi tahun 2011 lalu, yaitu tempat bertemunya dua lempeng tektonik di planet ini.
Dua lempeng itu adalah lempeng Pasifik dan lempeng Amerika Utara. Akibat dari bertemunya dua lempeng itu menciptakan zona subduksi, dengan lempeng Amerika Utara berada di atas tepi lempeng pasifik. Akibat dari lempeng pasifik yang turun ke dalam perut Bumi menciptakan palung Jepang.
"Hasil dari pengeboran yang dilakukan pada tahun 2012 lalu menunjukkan tergelincirnya dua lempeng tektonik itu disebabkan oleh tipisnya permukaan lempeng tersebut. Tebalnya kurang dari lima meter," kata Christie Rowe, Ahli Geologi dari McGill University.
Dia menambahkan, ketebalan itu adalah pengetahuan baru. Itu merupakan lempeng tertipis di Bumi. Tim peneliti juga menemukan tanah di lempeng itu terdiri dari sendimen yang sangat halus.
"Jika Anda mengoleskan jari-jari di tanah itu rasanya seperti pelumas. Temuan jenis tanah di zona tergelincirnya wilayah Tohoku juga menjadi bukti penyebab terjadinya gempa besar di tahun 2011 lalu," kata Rowe.
© VIVA.co.id
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: