google-site-verification=82PdpwdCu4bGf44-_1RqOUmGCL486EA2zsKIthhSql8

Selasa, 29 Maret 2016

Ini Komentar Apple Setelah iPhonenya 'Dibobol' FBI


 
Sengketa antara FBI dan perusahaan Apple yang berawal dari keengganan Apple untuk membuka sistem keamanan ponsel iPhone yang digunakan oleh teroris San Bernardino berakhir secara tak terduga. Hari ini, Departemen Kehakiman AS mengumumkan bahwa mereka telah berhasil membuka iPhone 5c yang digunakan oleh Syed Farook dengan bantuan pihak ketiga, tanpa melibatkan Apple. Belum ada keterangan lebih detil tentang bagaimana cara pemerintah AS hingga berhasil membuka enkripsi iPhone, namun beberapa sumber menyebutkan bahwa perusahaan perangkat lunak asal Israel Cellebrite telah menandatangani kontrak 15.000 dolar AS dengan FBI agar bisa menembus keamanan di ponsel tersebut.
 
Lalu bagaimana tanggapan Apple atas perkembangan kasus ini? Dikutip darri The Verge, Apple membuat pernyataan sebagai berikut:
 
"From the beginning, we objected to the FBI's demand that Apple build a backdoor into the iPhone because we believed it was wrong and would set a dangerous precedent. As a result of the government's dismissal, neither of these occurred. This case should never have been brought.
 
We will continue to help law enforcement with their investigations, as we have done all along, and we will continue to increase the security of our products as the threats and attacks on our data become more frequent and more sophisticated.
 
Apple believes deeply that people in the United States and around the world deserve data protection, security and privacy. Sacrificing one for the other only puts people and countries at greater risk.
 
This case raised issues which deserve a national conversation about our civil liberties, and our collective security and privacy. Apple remains committed to participating in that discussion"
 
 
"Dari awal, Kami keberatan dengan permintaan FBI ke Apple untuk membangun backdoor ke dalam iPhone karena Kami percaya bahwa hal itu adalah salah dan akan menjadi preseden yang berbahaya. Sebagai hasil dari penolakan pemerintah, tak satu pun dari (permintaan) ini terjadi. Kasus ini seharusnya tidak pernah diangkat.
 
Kami akan terus membantu penegak hukum dengan penyelidikan mereka, seperti yang telah kita lakukan selama ini, dan kami akan terus meningkatkan keamanan produk kami dari ancaman dan serangan terhadap data kami menjadi lebih sering dan lebih canggih.
 
Apple percaya secara mendalam bahwa orang di Amerika Serikat dan di seluruh dunia layak mendapat perlindungan data, keamanan dan privasi. Mengorbankan satu untuk yang lain hanya menempatkan orang dan negara-negara yang ada dalam resiko yang lebih besar.
 
Kasus ini mengangkat isu-isu dalam percakapan nasional tentang kebebasan sipil kita, dan keamanan kolektif kita dan privasi. Apple tetap berkomitmen untuk berpartisipasi dalam diskusi itu." (AB)

Sumber:tabloidpulsa
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: