google-site-verification=82PdpwdCu4bGf44-_1RqOUmGCL486EA2zsKIthhSql8

Senin, 07 Maret 2016

Malware Baru Ancam 500 Juta Perangkat Android

San Francisco - Sebuah bentuk baru dari malware menghuni sekitar 500 juta perangkat Android dengan menyimpan resiko yang besar. Bernama 'Accessibility Clickjacking', malware ini bisa menjadi salah satu metode cerdik untuk mendapatkan akses ke smartphone seseorang.
Temuan ini disampaikan langsung oleh Adi Sharabani dan Yair Amit, co-founder dari perusahaan keamanan mobile Skycure, pada akhir pekan lalu dalam konferensi RSA di San Francisco, California, AS, demikian lansir BGR.

Mereka menjelaskan, Accessibility Clickjacking merupakan metode yang akan mencoba menggoda seorang pengguna smartphone untuk mengklik sesuatu yang tampaknya tidak berbahaya, tetapi sebetulnya bisa memberikan kesempatan pada para peretas untuk membobolnya.

Menurut penelitian Skycure, Accessibility Clickjacking akan membuat seorang peretas bisa mencuri semua informasi pribadi, dan melakukan kejahatan dengan menggunakan sistem operasi atau aplikasi yang tidak diketahui atau tidak seijin pengguna smartphone.

Pesan-pesan tertulis, seperti SMS, email, aplikasi pesan, dokumen pada aplikasi bisnis, dan banyak hal lainnya bakal bisa diintip dan dieksploitasi oleh para peretas.


Begitu akses dibuka, para penjahat cyber ini bisa mengganti ijin admin dan bahkan menciptakan akses sendiri untuknya. Ketika hal tersebut terjadi, maka seseorang bisa kehilangan hak masuknya karena kode password yang diganti, atau kehilangan data karena dihapus oleh sang peretas.

Skycure menyebutkan, sekitar 65% dari perangkat Android untuk versi 2.2 hingga 4.4 terancam oleh bahaya ini. Malware ini biasanya akan menghilang dengan sendirinya bila pengguna sudah melakukan update sistem operasi ke Android 5.0 Lollipop.

Menurut Skycure, solusi termudah adalah melakukan update ke OS Android terbaru. Mereka pun menyarankan kepada para pengguna agar jangan melakukan klik pada kotak-kotak dialog yang muncul di layar kecuali merasa yakin bahwa itu aman. Hindari juga menggunakan aplikasi dari toko aplikasi dari pihak ketiga serta selalu melindungi perangkat dengan antivirus atau antimalware.

Anda dapat menyaksikan video di bawah ini sebagai salah satu contoh praktik kejahatan dengan Accessibility Clickjacking:


Comments
0 Comments

Tidak ada komentar: